« Home | SELINGKUH » | Pengalaman berbulan madu di Jogja sungguh menyen... » 

Wednesday, December 14, 2005 


Enjoy Jakarta.

Pulang kantor hari Kamis malam, 8 Desember 2005. Sangat semrawut di jalan Sudirman, terlebih di depan Anggana Danamon. Tiba-tiba, ditengah kepadatan lalu-lalang pejalan kaki di trotoar, 5 pemuda umur belasan terlihat menyeruak kerumunan, turun ke jalanan yang sedang macet. Tapi mereka ternyata bukan mau berdemonstrasi atau mengatur lalu-lintas, melainkan menghampiri sebuah Kijang Inova warna perak di lajur jalan sebelah kanan, yang diawaki sendirian oleh seorang pria. Dalam sekejap mobil tersebut segera dikerumuni oleh pemuda-pemuda itu. Salah seorang dari mereka berusaha memecah kaca jendela mobil di sisi kanan pengemudi, sedangkan yang lain mengedor kaca pintu kiri lainnya.
Ooh, ‘feeling’ ku tadi bener rupanya. ‘Crime is in progress’. Mereka adalah segerombolan pencoleng ibukota yang sedang beraksi, mungkin kapak merah, kapak ijo, kolor ijo atau apalah namanya. Untung si pengemudi kijang tadi cepat tanggap, dan untungnya lagi ada ‘space’ lebih kurang 3 meter dari mobil di depannya, dan segera dia tancap gas sambil tekan klakson keras-keras. Cerdik. Terbukti beliau-beliau pencoleng ini pada bubar jalan, takut kegiles roda-roda mobil kali ya, harapan saya sih ditubruk saja maling-malingnya, biar penyok.

Wake up man, pencoleng ada dimana-mana di sudut Jakarta. Enjoy Jakarta…! ( Mas )


Enjoy Mie Jakarta.

Beredar kabar di e-mail tentang Mie basah di Jogjakarta hampir semuanya mengandung formalin. Karena saya adalah wong Jogja, seorang rekan menanyakan kebenaran berita tersebut kepada saya. Beikut ini jawaban saya :

Mi Basah di Yogya Pakai Formalin, Slam.... gima neh bener ga...?

Semoga saja bener Wan.
Setahu saya hal tsb sudah heboh sejak saya masih di Jogja, kira-kira awal 90-an. Waktu itu kabarnya bakmi pakai formalin, krupuk nasi pakai borax, baso pake formalin juga. Cuma memang orang kita kan 'anget-anget ... ayam'. Pas diblow up oleh media, mendadak pada sadar kesehatan, dan mi semua gak laku, baso seret pasaran, krupuk nasi 'ora payu' sampai pada 'mlempem' semua. Tetapi tunggu saja 2 bulan kemudian, semua orang sudah lupa, dan kembali makan mie formalin, baso formalin, dsb. Yah, itulah potret kondisi mental orang Indonesia pada umumnya, 'anget-anget ... ayam' alias 'warm of the chicken shit'. Mungkin saja yang diberitakan benar, dan saatnya pemerintah turun tangan ( waduh, udah kayak pejabat partai oposisi aja gue..!). Perlu diingat, hal yang sama juga terjadi saat ini pada ikan segar dan ikan asin yang beredar di Jakarta, yang berasal dari pelabuhan penagkapan ikan di seputar Jawa Barat ( Pelabuhan Ratu dsb, lihat di Kompas hari minggu, tangganyal lupa) dan di Muara Karang Jakarta. Baso di Jakarta juga beberapa bulan yang lalu disebut-sebut mengandung formalin lho. Tapi begitu bulan berganti, ya sudah, pada lupa deh. Emang sampai sekarang ada tindakan apa dari pemerintah? Nothing kan ya! Ya sudah, kita pasrah saja deh makan pake nasi + tahu + tempe ( waduh, repot juga, karena beberapa bulan yang lalu juga beliau ( sang 'tahu' ) disebut-sebut mengandung formalin. ( Gimana penyelesaiannya tuh? Gelap...!!! ). Jadi, makan siang hari ini mau makan apa Wan? Apa…., mie ayam? yakin mie di Jakarta sudah bebas formalin? Enjoy Jakarta….!

Counter
Free Website Counter